Sedih sekali rasanya.
Rasanya kayak kamu ingin memaki dirimu sendiri karena tidak bisa menjaga kepercayaannya.
I mean..
Bukankah kamu sudah menyusun masa depanmu berdasar pada kepercayaannya?
Lalu, kalau sudah begini,
Apa kabar masa depan?
Coretan Bagian
30 days challenge
(25)
amateur
(9)
Chord
(6)
ERRORPAGENOTFOUND
(18)
fiksi
(25)
ihvnoidea
(25)
kokoro
(32)
m-u-s-i-c~
(15)
nothing -_-
(1)
putih abu - abu
(13)
Rakkī
(11)
Serial-LOTR
(27)
star(s)
(20)
suki-desu
(16)
Tomodachi
(27)
Tampilkan postingan dengan label ERRORPAGENOTFOUND. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ERRORPAGENOTFOUND. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Oktober 2015
Rabu, 10 April 2013
ikh-ehem-klas
Ikhlas?
Well, ini sungguhan.
Baru saja sejak kemarin saya kepikiran kata ikhlas.
Ikhlas.
Saya baru sadar selama ini saya merelakan, tapi tidak mengikhlaskan.
Agak menyedihkan sih kalau diingat.
Saya baru sadar juga, ternyata selama ini saya nggak ikhlas, karena saya belum pernah benar-benar mencoba untuk mengikhlaskan.
Ha! lagi-lagi memang agak menyedihkan kalau diingat.
Daridulu aku pikir, ceweknya bukan cewek yang sungguh-sungguh.
Makanya aku menentang. Aku mencibir. Aku tersenyum menyebalkan. Dan mendoakan hal yang tidak sepatutnya.
Tapi, baru saja kemarin aku serasa tertohok belati. Kata-kata "kayaknya mereka sama-sama suka" seolah menerangkan mata gelapku dan hati dinginku. Otakku berputar kembali, dan mencerna segala kalimat dan kejadian yang aku lihat.
lalu bertanya, "Iya ya, Gimana kalo mereka beneran sama-sama suka?"
lalu meracau, "Terus apa guna aku mendoakan keburukan untuk mereka demi keegoisan?"
lalu menampar diri, "Bisa jadi, doa bodohku hanya akan membuat mereka semakin kuat, dan membantingku telak ke dasar tanah!"
Jadi, hati dinginku mulai menghangat. Aku memikirkannya sampai mataku terasa lelah. Segalanya sesak. Agak menyedihkan kalau diingat. Tapi memang nggak selamanya kebenaran itu indah, kan?.
Aku memang harus mengikhlaskan mereka.
Aku harus memaafkan dia, dan ceweknya.
Aku harus bisa tersenyum balik ke dia.
Aku harus...
merasa cukup bahagia walaupun hanya melihat senyum dia dari kejauhan dan bukannya malah tersenyum sama - sama di sebelah dia, seperti ceweknya.
Oh, man.. sampai sekarang masih saja sesak, asal kau tahu.
Tapi aku harus ikhlas.
Bagaimanapun juga berprasangka buruk dan mendoakan hal yang jelek adalah perilaku tercela. Nanti aku dimarahin Pak Kardi kalo aku masih saja melakukannya.
HAHA.
Maafin aku ya, aku emang ndablek kok, aku janji aku nggak akan berprasangka buruk lagi. Dan kau harus tetap percaya, bahwa aku tidak akan pernah kemana-mana.
Well, ini sungguhan.
Baru saja sejak kemarin saya kepikiran kata ikhlas.
Ikhlas.
Saya baru sadar selama ini saya merelakan, tapi tidak mengikhlaskan.
Agak menyedihkan sih kalau diingat.
Saya baru sadar juga, ternyata selama ini saya nggak ikhlas, karena saya belum pernah benar-benar mencoba untuk mengikhlaskan.
Ha! lagi-lagi memang agak menyedihkan kalau diingat.
Daridulu aku pikir, ceweknya bukan cewek yang sungguh-sungguh.
Makanya aku menentang. Aku mencibir. Aku tersenyum menyebalkan. Dan mendoakan hal yang tidak sepatutnya.
Tapi, baru saja kemarin aku serasa tertohok belati. Kata-kata "kayaknya mereka sama-sama suka" seolah menerangkan mata gelapku dan hati dinginku. Otakku berputar kembali, dan mencerna segala kalimat dan kejadian yang aku lihat.
lalu bertanya, "Iya ya, Gimana kalo mereka beneran sama-sama suka?"
lalu meracau, "Terus apa guna aku mendoakan keburukan untuk mereka demi keegoisan?"
lalu menampar diri, "Bisa jadi, doa bodohku hanya akan membuat mereka semakin kuat, dan membantingku telak ke dasar tanah!"
Jadi, hati dinginku mulai menghangat. Aku memikirkannya sampai mataku terasa lelah. Segalanya sesak. Agak menyedihkan kalau diingat. Tapi memang nggak selamanya kebenaran itu indah, kan?.
Aku memang harus mengikhlaskan mereka.
Aku harus memaafkan dia, dan ceweknya.
Aku harus bisa tersenyum balik ke dia.
Aku harus...
merasa cukup bahagia walaupun hanya melihat senyum dia dari kejauhan dan bukannya malah tersenyum sama - sama di sebelah dia, seperti ceweknya.
Oh, man.. sampai sekarang masih saja sesak, asal kau tahu.
Tapi aku harus ikhlas.
Bagaimanapun juga berprasangka buruk dan mendoakan hal yang jelek adalah perilaku tercela. Nanti aku dimarahin Pak Kardi kalo aku masih saja melakukannya.
HAHA.
Maafin aku ya, aku emang ndablek kok, aku janji aku nggak akan berprasangka buruk lagi. Dan kau harus tetap percaya, bahwa aku tidak akan pernah kemana-mana.
Senin, 25 Maret 2013
ndablek
Sembilan ditambahkan dirinya sendiri, lalu dirinya lagi. berjalanlah ke arah kebalikannya dan temukan. Ada angka utama yang sangat identik. Jika sudah, kembalilah pada dirinya lagi.
that code.
Hei, percayalah aku tetap disini.
Aku fans sejati dan aku paham betul,
bahwa tugasku hanya mendukungmu dari balik punggung.
dan percayalah, aku adalah sisi hitam yang selalu mengiringi langkahmu.
Bayangan yang berada di belakangmu.
Jadi, percayalah.
Aku tidak akan pernah kemana-mana.
Sabtu, 23 Februari 2013
the time-bomb
Rasanya aku ingin tertawa saja saat ini.
Sudah terlalu konyol merasakan sedih disaat sendiri.
Merasa agak useless mengaku sudah lupa, tapi akhirnya ingat juga setelahnya.
Menyesalkan sugesti otak yang seolah sudah terprogam untuk alay.
HOAMSKI kalau kata anak - anak imut gaul masa kini.
Tapi lalu aku bisa apa sih?
Kamu akhirnya meledakkan bom waktu itu. Tanpa aba - aba, dari arah yang sama sekali berbeda dari yang dulu pernah aku prediksikan. Tidak terduga. Dan justru lebih mengesankan hasilnya.
Aku sampai tidak sempat menyiapkan apa - apa.
Aku terdiam begitu saja merasakan ledakan itu mencoba menghanguskan seluru kekeras kepalaanku. Hanya terdiam walau luka bakar jelas memanas nyaris di seluruh tubuh bahkan hatiku.
Untung saja aku adalah hasil mahakarya Tuhan.
Coba buatannya "Perusahaan Apel" atau apa gitu. Pasti aku sudah terkapar jadi abu.
Tapi tetap saja. Mengingat kondisiku setelah peristiwa itu membuatku ingin menangis sekaligus tertawa sambil membentur - benturkan kepala ke tembok.
Tahukah kamu?
Walau aku tidak meraung, tapi aku merasakannya.
Sakit sekali, wahai orang baik.
Terlalu sakit sampai untuk tersenyum bahkan menangis pun aku tidak sanggup.
Mendadak kehidupanku semakin seperti novel teenlit saja.
Dan kau menambahinya dengan pementasan drama setiap hari senin - sampai jumat.
Asal kau tahu aku tidak suka novel teenlit.
Tapi kenapa aku harus merasakannya?
Wahai orang baik.
Aku tahu kau benar - benar sudah berbaik hati untuk mengaku menghargai segala yang aku kerahkan.
Dan tolong maafkan ketidak-balas-budian-ku untuk tidak memberikan selamat untukmu.
Aku hanya sedang patah hati.
Aku yakin kamu paham.
Maaf ya, wahai orang baik yang sedang berbahagia. Aku memang menyebalkan.
Sudah terlalu konyol merasakan sedih disaat sendiri.
Merasa agak useless mengaku sudah lupa, tapi akhirnya ingat juga setelahnya.
Menyesalkan sugesti otak yang seolah sudah terprogam untuk alay.
HOAMSKI kalau kata anak - anak imut gaul masa kini.
Tapi lalu aku bisa apa sih?
Kamu akhirnya meledakkan bom waktu itu. Tanpa aba - aba, dari arah yang sama sekali berbeda dari yang dulu pernah aku prediksikan. Tidak terduga. Dan justru lebih mengesankan hasilnya.
Aku sampai tidak sempat menyiapkan apa - apa.
Aku terdiam begitu saja merasakan ledakan itu mencoba menghanguskan seluru kekeras kepalaanku. Hanya terdiam walau luka bakar jelas memanas nyaris di seluruh tubuh bahkan hatiku.
Untung saja aku adalah hasil mahakarya Tuhan.
Coba buatannya "Perusahaan Apel" atau apa gitu. Pasti aku sudah terkapar jadi abu.
Tapi tetap saja. Mengingat kondisiku setelah peristiwa itu membuatku ingin menangis sekaligus tertawa sambil membentur - benturkan kepala ke tembok.
Tahukah kamu?
Walau aku tidak meraung, tapi aku merasakannya.
Sakit sekali, wahai orang baik.
Terlalu sakit sampai untuk tersenyum bahkan menangis pun aku tidak sanggup.
Mendadak kehidupanku semakin seperti novel teenlit saja.
Dan kau menambahinya dengan pementasan drama setiap hari senin - sampai jumat.
Asal kau tahu aku tidak suka novel teenlit.
Tapi kenapa aku harus merasakannya?
Wahai orang baik.
Aku tahu kau benar - benar sudah berbaik hati untuk mengaku menghargai segala yang aku kerahkan.
Dan tolong maafkan ketidak-balas-budian-ku untuk tidak memberikan selamat untukmu.
Aku hanya sedang patah hati.
Aku yakin kamu paham.
Maaf ya, wahai orang baik yang sedang berbahagia. Aku memang menyebalkan.
Sabtu, 28 April 2012
smile effect
Hei Tuan-yang-lebih-menyeramkan-daripada-voldemort.
Tahukah Anda?
Ketika Anda tersenyum, saya juga turut tersenyum.
Lalu tahukah Anda?
Bahwa senyum Anda itu menular dan mengandung candu.
Dan tahukah Anda?
Saya d`pat overdosis lantas mati tersenyum,
akibat senyum Anda Tuan..
(?)
Tahukah Anda?
Ketika Anda tersenyum, saya juga turut tersenyum.
Lalu tahukah Anda?
Bahwa senyum Anda itu menular dan mengandung candu.
Dan tahukah Anda?
Saya d`pat overdosis lantas mati tersenyum,
akibat senyum Anda Tuan..
(?)
Jumat, 06 April 2012
did you know?
Seseorang datang dengan kalimat-kalimat indahnya. Angan saya membuncah lalu pecah seketika saat ia menampakkan sosok yang sebenarnya.
Tahukah kamu bahwa bahkan sampai sekarang saya masih berharap bahwa seseorang itu kamu dan bukan dia?
Tahukah kamu bahwa akibat satu pesan yang saya duga berasal dari kamu itu saja sudah membuat mata saya menjadi alay dengan bening-bening rapuhnya?
Hahahaha... lalu saya tersenyum dan menerima kenyataan. disini yang harus saya syukuri adalah dia. Dia datang menyadarkan saya bahwa saya tidak kehilangan segalanya yang saya punya.
Saya masih punya dia.
Terima kasih karena masih mengingat saya.
*krikkrik
Tahukah kamu bahwa bahkan sampai sekarang saya masih berharap bahwa seseorang itu kamu dan bukan dia?
Tahukah kamu bahwa akibat satu pesan yang saya duga berasal dari kamu itu saja sudah membuat mata saya menjadi alay dengan bening-bening rapuhnya?
Hahahaha... lalu saya tersenyum dan menerima kenyataan. disini yang harus saya syukuri adalah dia. Dia datang menyadarkan saya bahwa saya tidak kehilangan segalanya yang saya punya.
Saya masih punya dia.
Terima kasih karena masih mengingat saya.
*krikkrik
Sabtu, 25 Februari 2012
kabar
kamu apa kabar?
aku dengar kau sekarang sudah lebih tegar.
apa itu benar?
daridulu aku tahu sih, walaupun tubuhmu tidak kekar.
tapi aku yakin kau punya hati dan jiwa yang besar.
kamu apa kabar?
btw aku minta maaf kalo suka nyakar,
dan bikin kamu gusar
karena aku sering kesasar setiap mau ke pasar (?)
kamu apa kabar?
aku disini mendengar..
mendengar suaramu samar-samar.
di dalam ruangan bernama kamar.
(???)
aku dengar kau sekarang sudah lebih tegar.
apa itu benar?
daridulu aku tahu sih, walaupun tubuhmu tidak kekar.
tapi aku yakin kau punya hati dan jiwa yang besar.
kamu apa kabar?
btw aku minta maaf kalo suka nyakar,
dan bikin kamu gusar
karena aku sering kesasar setiap mau ke pasar (?)
kamu apa kabar?
aku disini mendengar..
mendengar suaramu samar-samar.
di dalam ruangan bernama kamar.
(???)
sincerely, oranggeje in the #midnight
Minggu, 05 Februari 2012
halah
tidak perlu marah.
aku hanya lelah.
lelah untuk menjadi kalah.
lelah untuk tetap bertahan sebagai seseorang yang kalah.
lelah menengadah.
dan jarang melihat ke bawah.
tidak perlu marah.
karena rupanya ini bukan masalah.
kamu tidak salah.
aku juga tidak salah.
aku juga tidak salah.
takdir pun tidak salah.
tidak ada yang salah.
Jadi, ya sudahlah..
halah.
best regards, me as an #antiklimaks
Minggu, 08 Januari 2012
yangmanahayo~
Menurutmu mending yang mana?
Suka sama orang secara diam-diam tanpa seseorang itu tau dan mungkin nggak akan bisa ngerti sama sekali apa yang kita rasain. Tapi tetap saja mempertahankan rasa itu.
atau...
Suka sama orang tidak terlalu secara diam-diam sehingga orang itu semacam menangkap sesuatu dan ngerti apa yang kita rasain. Tapi orang itu nggak nanggepin. nggak ngerespon. kayak nggak tahu apa-apa.
Hahahaha, nggak tahu kenapa saya bikin penawaran yang pilihannya nggak ada yang bisa dipilih semua-_- tiba-tiba muncul aja di otak huahahaha ah tapi kalo aku disuruh milih sih aku lebih milih makan Indomie sambil minum es milo nonton sinetron Binar Bening Berlian sambil ngeliatin muka gantengnya Ari Wibowo.
Oke random banget. Sumprit ini SUPER RANDOM! huahahaha.
Yang jelas sih besok hari senin ya, waktunya sekolah lagi lalalala. Hem. Oke. Hem.
#apasihTa-_-
Hem.
Suka sama orang secara diam-diam tanpa seseorang itu tau dan mungkin nggak akan bisa ngerti sama sekali apa yang kita rasain. Tapi tetap saja mempertahankan rasa itu.
atau...
Suka sama orang tidak terlalu secara diam-diam sehingga orang itu semacam menangkap sesuatu dan ngerti apa yang kita rasain. Tapi orang itu nggak nanggepin. nggak ngerespon. kayak nggak tahu apa-apa.
Hahahaha, nggak tahu kenapa saya bikin penawaran yang pilihannya nggak ada yang bisa dipilih semua-_- tiba-tiba muncul aja di otak huahahaha ah tapi kalo aku disuruh milih sih aku lebih milih makan Indomie sambil minum es milo nonton sinetron Binar Bening Berlian sambil ngeliatin muka gantengnya Ari Wibowo.
Oke random banget. Sumprit ini SUPER RANDOM! huahahaha.
Yang jelas sih besok hari senin ya, waktunya sekolah lagi lalalala. Hem. Oke. Hem.
#apasihTa-_-
Hem.
Jumat, 11 November 2011
Kamis, 27 Oktober 2011
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.
Saya kesel sama diri saya sendiri. Saya kesel! Kesel banget-bangetan!.
Aku nggak bakal menyalahkan siapa-siapa.. karena memang nggak ada yang bisa disalahin, satu-satunya yang bisa disalahin ya diri saya sendiri.
Nggak. Nggak bisa gini terus, Ta.. nggak boleh gini terus.. lihat sekelilingmu.. perhatikan langkahmu.. sudah ketinggalan berapa langkah?? Sumpah ini nggak bisa dibiarin..
Semester 2 hajaaaarr!! Nggak mau tau!
Masa merosot? Masa mundur? Masa kalah sama cowok????
Nggak, nggak bisa begini. Serius deh.. Ta kayaknya kamu harus mulai diajak lari sprint, abisnya diajak jalan sehat santai malah dibuat terlalu santai beneran.. -________-
Saya kesel sama diri saya sendiri. Saya kesel! Kesel banget-bangetan!.
Aku nggak bakal menyalahkan siapa-siapa.. karena memang nggak ada yang bisa disalahin, satu-satunya yang bisa disalahin ya diri saya sendiri.
Nggak. Nggak bisa gini terus, Ta.. nggak boleh gini terus.. lihat sekelilingmu.. perhatikan langkahmu.. sudah ketinggalan berapa langkah?? Sumpah ini nggak bisa dibiarin..
Semester 2 hajaaaarr!! Nggak mau tau!
Masa merosot? Masa mundur? Masa kalah sama cowok????
Nggak, nggak bisa begini. Serius deh.. Ta kayaknya kamu harus mulai diajak lari sprint, abisnya diajak jalan sehat santai malah dibuat terlalu santai beneran.. -________-
Sabtu, 17 September 2011
saya tahu. saya sendiri yang bilang SMA ini saya nggak mau jalan di tempat kayak pas SMP. dan sekarang dimana aku mulai mencoba melangkah maju, sifat dan kebiasaan buruk saya dateng lagi.
iya, aku punya kebiasaan buruk "takut-duluan-sebelum-melakukan". nah, masalahnya ini saya udah terlanjur melangkah dan si "sialan" itu seenaknya dateng, bikin aku pengen banget buat mundur lagi dan kembali hidup di fase aman, jalan di tempat tanpa harus takut tersandung saat melangkah maju.
tanpa prestasi.
sesungguhnya saya masih takut melakukan perubahan baru.
Ya Allah... saya sudah 15 tahun!. bantu saya ya Allah saya ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik, yang percaya diri yang berani menghadapi tantangan...... :(
iya, aku punya kebiasaan buruk "takut-duluan-sebelum-melakukan". nah, masalahnya ini saya udah terlanjur melangkah dan si "sialan" itu seenaknya dateng, bikin aku pengen banget buat mundur lagi dan kembali hidup di fase aman, jalan di tempat tanpa harus takut tersandung saat melangkah maju.
tanpa prestasi.
sesungguhnya saya masih takut melakukan perubahan baru.
Ya Allah... saya sudah 15 tahun!. bantu saya ya Allah saya ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik, yang percaya diri yang berani menghadapi tantangan...... :(
Senin, 01 Agustus 2011
me-ra-cau-?
Bisakah kau jelaskan padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Siapa kau sebenarnya?
Apa kelebihanmu?
Kau tak lebih berprestasi dari aku. Kau tak lebih rajin dari aku. Kau tak lebih pandai dari aku. Kau tak lebih baik dari aku.
Bukan. bukannya aku mau menyombongkan diri.
Mungkin yah, dalam beberapa hal kau lebih unggul dariku. Setiap orang mempunyai suatu kelebihan bukan. Dan kau, selalu unggul dalam masalah 'Cinta' bagiku. Kau nyaris tak pernah sendiri, saat suatu hari aku mendengar kabar kau baru saja patah hati, beberapa hari kemudian hatimu sudah terobati.
Aku tak mengerti. mungkin kau orang yang beruntung. atau mungkin lukamu selama ini tak sebesar yang aku duga sehingga mudah saja orang lain mengobatinya. atau... sebenarnya lukamu tidak pernah sembuh lantas kau membohongi publik. oh! atau jangan-jangan kau tak pernah mempunyai luka ya?.
Kau unggul. Tapi aku tetap meragukannya.
Apa kau benar-benar mengerti apa itu 'Cinta'?.
Sampai dalam hal ini aku terpaksa berkata bahwa kau belum unggul dalam hal itu. Kita sama dalam hal ini. sama-sama belum benar- benar mengerti.
Aku memang tidak punya pengalaman apa-apa sepertimu. Tapi bukan berarti aku seorang tuna rasa yang tak mengerti rasa cinta. Aku kan manusia normal. Aku juga bisa mencintai seseorang. Aku juga punya orang yang kusukai kok.
Dan yah.
Itu kamu.
Aneh.
Sudah kubilang kan, aku benar-benar tidak mengerti. Aku begitu memujamu yang tak memiliki keunggulan apa-apa--menurutku. Mungkin, yah. kau tampan. ya, tampan. itu saja. tapi bukankah tampan itu relatif? masih banyak kok yang lebih tampan dari kamu, tapi kenapa aku masih tetap saja memujamu?.
Bisakah kau jelaska padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Siapa kau sebenarnya?
Kau. adalah pemuda biasa yang mudah terlarut dalam duniamu sendiri bila bola berada ditanganmu bukan?
Kau. adalah pemuda biasa yang pandai bergaul dengan yang lainnya bukan?.
Kau. adalah pemuda malas seperti lainnya yang gemar menyalin tugasku bukan?
Kau. adalah kawanku. kawan biasa saja bukan?.
Kalau begitu, kenapa aku bisa memujamu yang biasa itu?. Bukankah masih banyak pemuda luar biasa yang lebih pantas untuk aku puja?.
Bisakah kau jelaskan padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Aku tak tahu.
Mungkin. Karena kau yang tak unggul dari aku ini akhirnya berhasil mengajariku sesuatu.
Kau, membuatku bisa mengerti apa itu 'Rasa Suka'.
Ya, aku akui. Kau yang membuatku mengerti akan hal itu. Kau memberiku kesempatan untuk mengenal rasa itu, dan kau juga yang membuatku merasakan kegagalan dalam rasa itu.
Kamu. Iya. Kamu.
Tapi kenapa aku tetap saja memujamu?.
Bisakah kau jelaskan padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Siapa kau sebenarnya?
Apa kelebihanmu?
Kau tak lebih berprestasi dari aku. Kau tak lebih rajin dari aku. Kau tak lebih pandai dari aku. Kau tak lebih baik dari aku.
Bukan. bukannya aku mau menyombongkan diri.
Mungkin yah, dalam beberapa hal kau lebih unggul dariku. Setiap orang mempunyai suatu kelebihan bukan. Dan kau, selalu unggul dalam masalah 'Cinta' bagiku. Kau nyaris tak pernah sendiri, saat suatu hari aku mendengar kabar kau baru saja patah hati, beberapa hari kemudian hatimu sudah terobati.
Aku tak mengerti. mungkin kau orang yang beruntung. atau mungkin lukamu selama ini tak sebesar yang aku duga sehingga mudah saja orang lain mengobatinya. atau... sebenarnya lukamu tidak pernah sembuh lantas kau membohongi publik. oh! atau jangan-jangan kau tak pernah mempunyai luka ya?.
Kau unggul. Tapi aku tetap meragukannya.
Apa kau benar-benar mengerti apa itu 'Cinta'?.
Sampai dalam hal ini aku terpaksa berkata bahwa kau belum unggul dalam hal itu. Kita sama dalam hal ini. sama-sama belum benar- benar mengerti.
Aku memang tidak punya pengalaman apa-apa sepertimu. Tapi bukan berarti aku seorang tuna rasa yang tak mengerti rasa cinta. Aku kan manusia normal. Aku juga bisa mencintai seseorang. Aku juga punya orang yang kusukai kok.
Dan yah.
Itu kamu.
Aneh.
Sudah kubilang kan, aku benar-benar tidak mengerti. Aku begitu memujamu yang tak memiliki keunggulan apa-apa--menurutku. Mungkin, yah. kau tampan. ya, tampan. itu saja. tapi bukankah tampan itu relatif? masih banyak kok yang lebih tampan dari kamu, tapi kenapa aku masih tetap saja memujamu?.
Bisakah kau jelaska padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Siapa kau sebenarnya?
Kau. adalah pemuda biasa yang mudah terlarut dalam duniamu sendiri bila bola berada ditanganmu bukan?
Kau. adalah pemuda biasa yang pandai bergaul dengan yang lainnya bukan?.
Kau. adalah pemuda malas seperti lainnya yang gemar menyalin tugasku bukan?
Kau. adalah kawanku. kawan biasa saja bukan?.
Kalau begitu, kenapa aku bisa memujamu yang biasa itu?. Bukankah masih banyak pemuda luar biasa yang lebih pantas untuk aku puja?.
Bisakah kau jelaskan padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Aku tak tahu.
Mungkin. Karena kau yang tak unggul dari aku ini akhirnya berhasil mengajariku sesuatu.
Kau, membuatku bisa mengerti apa itu 'Rasa Suka'.
Ya, aku akui. Kau yang membuatku mengerti akan hal itu. Kau memberiku kesempatan untuk mengenal rasa itu, dan kau juga yang membuatku merasakan kegagalan dalam rasa itu.
Kamu. Iya. Kamu.
Tapi kenapa aku tetap saja memujamu?.
Bisakah kau jelaskan padaku?
Minggu, 15 Mei 2011
Rumput Penunggu Si Burung Kecil
Postingan ini bukan apa-apa. hanya raauan yang tercipta oleh saya dan rekan saya saudari Adhe Lisa Kurnianingsih saat menggeje via SMS. disini saya hanya ingin mengabadikannya, siapa tau saat kita tua kelak nanti kita dapat mengulang memori-memori geje saat kita masih belia dulu. #plakk hahaha, tuh kan belom apa-apa udah geje.
berawal dari geje yang berkembang menjadi amat geje.
______________________________________________
Hening. hanya suara detik jam yang mampu menjawab semuanya. biarlah. biarlah kebenaran itu terbang dibawa angin dari kipas angin..
Yah.. aku selalu berharap kelak hati itu akan menjadi angin yang bisa menemani burung kecil itu terbang.. bukan hanya menjadi rumput yang hanya bisa memandanginya dari bawah setiap hari, karena ada sejumput rumput kering lain di sebelahnya yang sudah mengetahui rasanya menunggu hingga terbunuh terik matahari.
Lalu tetes gerimis turun, perlahan mengikuti nyanyian alam. setidaknya rumput itu merasakan rasa yang lain, yang lebih ramah. semakin lama semakin banyak, membuat rumput itu tahu, tahu bahwa ia tidak akan selamanya sendiri. masih ada hujan yang setia menemaninya untuk menunggu burung kecil itu menjemputnya.
Si rumput kering memang diam. tapi dia tidak tuli atau buta. kalau perlu, dia bisa menjadi tempat untuk berbagi cerita.. tentu saja kalau si rumput penunggu burung tadi mau memperdengarkan ceritanya.
Si rumput penunggu burung tadi pun memang diam. ia pun tahu dia tidak tuli dan buta. tapi justru karena sikap diamnya ini ia menutup rapat-rapat hatinya. ia hanya terbiasa bersikap tertutup. itu saja. sekali lagi ia bersikap bodoh untuk tetap menunggu si burung kecil itu bernyanyi untuknya. entah kapan.
Rumput kering hanya tersenyum saat melihat temannya. "Hey it was me!" Dia seolah berkaca pada masa lalu saat melihat kawannya. oke, dia memutuskan untuk memandanginya saja. sambil terus berharap dalam hati, bahwa kawannya tak akan sekering dirinya, dan akan bernasib jauh lebih baik dari dirinya.
Lalu masa mengultimatum mereka. memberitahu mereka untuk segera mencari tambatan hati yang lainnya. karena, kemarau akan datang. tentu saja sang hujan akan pergi dalam waktu yang lama.
Apa? Apa yang mereka pilih?.
Tetap diam dan menunggu si burung kecil itu? atau tetap diam, membiarkan kesetiannya hancur lebur bersama tanah akibat sang raja siang?.
Aku tahu dimana tempat berlabuh bagi kawan si rumput kering.. sebuah pohon, dimana si rumput dapat terlindung dari panas. tapi sayangnya aku tak bisa mengatakan dimana pohon itu..
Karena..
_____________________________________
Dua remaja yang sedang tidur di tengah padang rumput itu beranjak. berpamitan kepada dua jumput rumput yang sedari tadi mereka pandangi. mereka berjanji akan kembali membawa burung kecil. untuk membawa hati yang terlantar itu.
_________________________________________
hahaha, geje sekali kan?. aku suka ini, karena ini totally geje. baiklah, itu sebenarnya part "karena..." yang nggantung itu bukan apa-apa, melainkan karena baterenya lowbatt jadi sengaja digantungin gitu, bikin sisi gejenya makin kuat (?).
Baiklah, saya Genta Rachmawati Putri pamit udur diri.]
Sayonara, minna-san.
berawal dari geje yang berkembang menjadi amat geje.
______________________________________________
Hening. hanya suara detik jam yang mampu menjawab semuanya. biarlah. biarlah kebenaran itu terbang dibawa angin dari kipas angin..
Yah.. aku selalu berharap kelak hati itu akan menjadi angin yang bisa menemani burung kecil itu terbang.. bukan hanya menjadi rumput yang hanya bisa memandanginya dari bawah setiap hari, karena ada sejumput rumput kering lain di sebelahnya yang sudah mengetahui rasanya menunggu hingga terbunuh terik matahari.
Lalu tetes gerimis turun, perlahan mengikuti nyanyian alam. setidaknya rumput itu merasakan rasa yang lain, yang lebih ramah. semakin lama semakin banyak, membuat rumput itu tahu, tahu bahwa ia tidak akan selamanya sendiri. masih ada hujan yang setia menemaninya untuk menunggu burung kecil itu menjemputnya.
Si rumput kering memang diam. tapi dia tidak tuli atau buta. kalau perlu, dia bisa menjadi tempat untuk berbagi cerita.. tentu saja kalau si rumput penunggu burung tadi mau memperdengarkan ceritanya.
Si rumput penunggu burung tadi pun memang diam. ia pun tahu dia tidak tuli dan buta. tapi justru karena sikap diamnya ini ia menutup rapat-rapat hatinya. ia hanya terbiasa bersikap tertutup. itu saja. sekali lagi ia bersikap bodoh untuk tetap menunggu si burung kecil itu bernyanyi untuknya. entah kapan.
Rumput kering hanya tersenyum saat melihat temannya. "Hey it was me!" Dia seolah berkaca pada masa lalu saat melihat kawannya. oke, dia memutuskan untuk memandanginya saja. sambil terus berharap dalam hati, bahwa kawannya tak akan sekering dirinya, dan akan bernasib jauh lebih baik dari dirinya.
Lalu masa mengultimatum mereka. memberitahu mereka untuk segera mencari tambatan hati yang lainnya. karena, kemarau akan datang. tentu saja sang hujan akan pergi dalam waktu yang lama.
Apa? Apa yang mereka pilih?.
Tetap diam dan menunggu si burung kecil itu? atau tetap diam, membiarkan kesetiannya hancur lebur bersama tanah akibat sang raja siang?.
Aku tahu dimana tempat berlabuh bagi kawan si rumput kering.. sebuah pohon, dimana si rumput dapat terlindung dari panas. tapi sayangnya aku tak bisa mengatakan dimana pohon itu..
Karena..
_____________________________________
Dua remaja yang sedang tidur di tengah padang rumput itu beranjak. berpamitan kepada dua jumput rumput yang sedari tadi mereka pandangi. mereka berjanji akan kembali membawa burung kecil. untuk membawa hati yang terlantar itu.
_________________________________________
hahaha, geje sekali kan?. aku suka ini, karena ini totally geje. baiklah, itu sebenarnya part "karena..." yang nggantung itu bukan apa-apa, melainkan karena baterenya lowbatt jadi sengaja digantungin gitu, bikin sisi gejenya makin kuat (?).
Baiklah, saya Genta Rachmawati Putri pamit udur diri.]
Sayonara, minna-san.
Selasa, 12 April 2011
Aku Mencoba
Aku belajar untuk tidak terlalu mempedulikan omongan orang lain
Aku belajar untuk menahan diri
Aku belajar untuk tidak mengharap lebih dari ini lagi sama kamu
Aku belajar untuk sama sekali tidak berharap apa-apa sama kamu
Aku belajar. Aku mencoba.
-_-/>
untuk: kamu,saya,kamu,kamu,kalian
Jumat, 14 Januari 2011
galaudipagihari
Saya sudah capek peduli sama orang lain. Tapi saya nggak bisa kalo' gak peduli tentang Anda.
Saya takut berteman dekat dengan siapa saja. Karena saya takut akan mengalami hal 'itu' untuk kedua kalinya. Dan saya tidak mau hal 'itu' terjadi pada kalian. Karena kalian selalu punya cara untuk membuat saya tertawa. Tapi, saya nggak mau suatu saat nanti hal 'itu' terjadi padaku dengan kalian. Karena jika itu terjadi, saya akan merasa menjadi orang yang paling jahat di dunia, dan tidak pantas mempunyai siapa-siapa.
Dan permasalahannya, saya mulai merasakan hal 'itu' pada teman dekat saya yang lainnya.
Mungkin benar, saya orang terjahat di dunia.. tapi aku harap.. hal 'itu' tidak terjadi pada kalian.. :')
#ngomong opo
#Maaf ini tidak berguna untuk kalian pahami
#Bye
Saya takut berteman dekat dengan siapa saja. Karena saya takut akan mengalami hal 'itu' untuk kedua kalinya. Dan saya tidak mau hal 'itu' terjadi pada kalian. Karena kalian selalu punya cara untuk membuat saya tertawa. Tapi, saya nggak mau suatu saat nanti hal 'itu' terjadi padaku dengan kalian. Karena jika itu terjadi, saya akan merasa menjadi orang yang paling jahat di dunia, dan tidak pantas mempunyai siapa-siapa.
Dan permasalahannya, saya mulai merasakan hal 'itu' pada teman dekat saya yang lainnya.
Mungkin benar, saya orang terjahat di dunia.. tapi aku harap.. hal 'itu' tidak terjadi pada kalian.. :')
#ngomong opo
#Maaf ini tidak berguna untuk kalian pahami
#Bye
Minggu, 19 Desember 2010
Aaaaaaaaaaaa >.< (?)
Oke, ini random.
Padahal, kan kemaren aku abis nonton bola ya? Kan paling gak mimpinya joget bareng irfan bachdim kek? Maen kartu ama BePe kek? Atau muterin lapangan bareng Gonzales.. eh, semalem malah mimpi sesuatu yang bikin aku kangen lagi ama dia! L
Iya! Aku mimpi Rio! Oke gak penting.. tapi karena ini judulnya random ya, suka-suka saya dong. Dan dimimpi itu si Rio nya tuh nongol lagi di TV!! Mana ganteng banget lagi! Settingnya kaya’ yang dia nyanyi kasih putih gitu.. tapi rambutnya kaya’ yang dia 4 besar.. dan bajunya jas putih kaya’ yang dia duet ama Nova! *o* ganteng bangettt!!! >.<
Perasaan sih, lagu pertama dia nyanyi lagu yang gak aku tau.. tapi aku nyimpulinnya itu lagu rohani. Trus ada juga dia nyanyi Bukan Cinta Biasa ama Harmoni! Dan suaranya juga kaya’ ng’bass-ng’bass gitu! Tapi keren! >,< mimpi! Tadi Cuma mimpi! SAYANGNYA CUMA MIMPII!!! Aaaa!! Ayodong RCTI! SMN_Channel!! Undang Mario Stevano A. H lagii!! Runner upnya masa’ terlantarkan!! Ayodong ayodong ayodong ayodong ayodong ayodong ayodong ayodong ayodo—eppmmhh..
Well, saya udah disumpel serbet. Kusudahkan saja.
SEMOGA MIMPINYA JADI NYATA YA ALLAH!! AAAAMMIINNNN.... *o*
Langganan:
Postingan (Atom)
