Bisakah kau jelaskan padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Siapa kau sebenarnya?
Apa kelebihanmu?
Kau tak lebih berprestasi dari aku. Kau tak lebih rajin dari aku. Kau tak lebih pandai dari aku. Kau tak lebih baik dari aku.
Bukan. bukannya aku mau menyombongkan diri.
Mungkin yah, dalam beberapa hal kau lebih unggul dariku. Setiap orang mempunyai suatu kelebihan bukan. Dan kau, selalu unggul dalam masalah 'Cinta' bagiku. Kau nyaris tak pernah sendiri, saat suatu hari aku mendengar kabar kau baru saja patah hati, beberapa hari kemudian hatimu sudah terobati.
Aku tak mengerti. mungkin kau orang yang beruntung. atau mungkin lukamu selama ini tak sebesar yang aku duga sehingga mudah saja orang lain mengobatinya. atau... sebenarnya lukamu tidak pernah sembuh lantas kau membohongi publik. oh! atau jangan-jangan kau tak pernah mempunyai luka ya?.
Kau unggul. Tapi aku tetap meragukannya.
Apa kau benar-benar mengerti apa itu 'Cinta'?.
Sampai dalam hal ini aku terpaksa berkata bahwa kau belum unggul dalam hal itu. Kita sama dalam hal ini. sama-sama belum benar- benar mengerti.
Aku memang tidak punya pengalaman apa-apa sepertimu. Tapi bukan berarti aku seorang tuna rasa yang tak mengerti rasa cinta. Aku kan manusia normal. Aku juga bisa mencintai seseorang. Aku juga punya orang yang kusukai kok.
Dan yah.
Itu kamu.
Aneh.
Sudah kubilang kan, aku benar-benar tidak mengerti. Aku begitu memujamu yang tak memiliki keunggulan apa-apa--menurutku. Mungkin, yah. kau tampan. ya, tampan. itu saja. tapi bukankah tampan itu relatif? masih banyak kok yang lebih tampan dari kamu, tapi kenapa aku masih tetap saja memujamu?.
Bisakah kau jelaska padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Siapa kau sebenarnya?
Kau. adalah pemuda biasa yang mudah terlarut dalam duniamu sendiri bila bola berada ditanganmu bukan?
Kau. adalah pemuda biasa yang pandai bergaul dengan yang lainnya bukan?.
Kau. adalah pemuda malas seperti lainnya yang gemar menyalin tugasku bukan?
Kau. adalah kawanku. kawan biasa saja bukan?.
Kalau begitu, kenapa aku bisa memujamu yang biasa itu?. Bukankah masih banyak pemuda luar biasa yang lebih pantas untuk aku puja?.
Bisakah kau jelaskan padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Aku tak tahu.
Mungkin. Karena kau yang tak unggul dari aku ini akhirnya berhasil mengajariku sesuatu.
Kau, membuatku bisa mengerti apa itu 'Rasa Suka'.
Ya, aku akui. Kau yang membuatku mengerti akan hal itu. Kau memberiku kesempatan untuk mengenal rasa itu, dan kau juga yang membuatku merasakan kegagalan dalam rasa itu.
Kamu. Iya. Kamu.
Tapi kenapa aku tetap saja memujamu?.
Bisakah kau jelaskan padaku?
Coretan Bagian
30 days challenge
(25)
amateur
(9)
Chord
(6)
ERRORPAGENOTFOUND
(18)
fiksi
(25)
ihvnoidea
(25)
kokoro
(32)
m-u-s-i-c~
(15)
nothing -_-
(1)
putih abu - abu
(13)
Rakkī
(11)
Serial-LOTR
(27)
star(s)
(20)
suki-desu
(16)
Tomodachi
(27)
Senin, 01 Agustus 2011
Jumat, 15 Juli 2011
LOTR [ part 25]
LG mempersembahkan :
Part 25 : It’s Complicated
POV : Tata
Kacau. Kacau. Kacau. Perang dingin dimulai!!!!
*joget-joget muterin RH Gakuen* =..=
Ujian Akhir Semester semakin dekat. Suasana semakin menegang, buung!. Mungkin bisa dibilang aku, Al, Rio, Oji sudah jarang kumpul bareng lagi. Kalau pun kumpul juga Oji lebih banyak diem. Kayak bukan Oji. Kemana Oji yang super ceria itu? Kemana Oji yang biasanya merasa nggak punya dosa itu??.
Okelah Oji sama Al memang duduk sebangku, tapi kalau aku perhatiin mereka emang diem-dieman. Ha-ha.. aku lebih bahagia kalau mereka bertengkar lho daripada diem-dieman kayak patung gini. Swear v-.-v. Obiet aja sampe nanya ke aku.
“Ta, Ozy sama Lisa kenapa?”
“Hng??” Aku yang waktu itu lagi ngerjain Biologi noleh sekilas, “Ee.. nggak tahu.. biasa berantem.. hahaha..”.
“Tapi, biasanya nggak sampai diem-dieman kayak gini..” Obiet ngelirik ke belakang sebentar mengecek bangku Al dan Oji yang sekarang dapet rekor bangku paling diem dan tenang se-RH Gakuen. =o=a.
Kalau untuk masalah Ify.. yaa mungkin ada kemajuan. Aku udah ngasihin nomer HP Alvin yang aku dapet dari Al. dan katanya dia lagi nyoba cari celah buat sms Alvin. Ha-ha =o=.
Kalau… hubungan aku sama dia gimana ya?.
Aku menoleh kearah sampingku, memperhatikan sosok Rio yang baru aja nerima Teh Pocongnya trus ngasihin uang seribuan sambil senyum.
“Yuk, Ta..”
“O-oh.. iya..”
Dia. Tetap Rio sih.. nggak berubah. Dia juga tetep baik dan ramah sih sama aku kayak biasanya. Tapi disuatu kesempatan aku bisa lihat raut aneh dia, kayak ada yang mau diomongin sama aku tapi dia ragu sendiri. Tidak apa-apa aku tidak akan memaksa.. apa pun itu yang mau dikatakan sama Rio, aku nggak mau mengharap macem-macem.
“Tata!” Sapa Ify.
“Oh hei, Fy.. ada apa?” Aku sama Rio berhenti tepat didepannya.
“Hai juga, Yo!” Sapa Ify lagi tapi kayaknya Cuma basa-basi soalnya dia langsung nyerocos gitu aja, aku nahan ketawa ngeliat ekspresi cegek Rio X), “Gue udah nyoba sms Alvin and… I did it, I did it, I did it.. Hooray!! \^o^/”
Krik. Krik. Iya.. barusan Ify joget-joget kayak Dora.
“Kamu sms apa, Fy ke Alvin? Dibales??” Ify ngangguk, “Wuah hebaat..”
Trus Ify nggandeng aku sambil cerita dengan girangnya. Ninggalin Rio, aku noleh ke dia, ketawa sambil ngajak dia dengan lipsync ‘Ayo ikutan Rio.. jangan bengong ajaa..’. toh, dia ikut ketawa trus nyusul aku sama Ify.
Aku suruh Ify ke bangku kantin yang ada Alnya aja. Dia lagi makan bakso disana. Yaah, beginilah.. kayaknya setiap istirahat bukan lagi sama LOTR tapi sama LITR. Ozy alasannya mau belajar ke perpustakaan, ha! Bergaya sekali dia =.=. ify juga pamit ke temen-temennya dengan alasam mau nyoba ngebujuk Rio buat nanggepin Dea. Boong bangett.. =o=.
“Ya, baguslah, Fy! Nggak pa-pa, sedikit-sedikit dideketin lewat sms, ntar juga deket-deket sendiri =D”
“Iyaa.. untungnya Alvin itu mau balesin smsnya siapa aja.. nggak kayak Rio!!” Ify menoleh sinis ke arah Rio.
Aku sama Al ngempet ketawa sedangkan Rio-nya masang tampang ‘Bodo Amat’.
“Kalo elu sms Alvin kan nada tujuannya, Fy.. lah elu sama Dea sms gue Cuma ‘Hai Rio!!’ trus gue harus bales ‘Hai juga’ gitu? Buang-buang pulsa tauu” Sahut Rio membela diri. Hahaha.
“Ya.. yaa.. whatever. Sms elo juga Cuma buang-buang pulsa kok.. XP”
“Baguslah kalo nyadar!” Sahut Rio cuek, tangannya mulai buka kerupuk Palembang yang dia beli tadi.
“Haha.. kalian ini kenapa sih.. nggak inget dulu mesra-mesraan?” Sindir Al ngejawil aku. Haa-ha.. =o= saya ketawa garing, sialan si Al.
“Heh?! Mesra-mesraan? Nggak pernah! Ifynya aja yang suka deketin guee.. >:p”
Ify merengut tapi tertawa setelahnya, “Iya ya kok dulu gue bisa naksir elo sih, Yo? Judes abis gini! -_-a. By the way.. mana Ozy? Kok akhir-akhir ini jarang liat gue?”.
Eyaak. Mendadak semua diem. Al yang tadinya ketawa, diem trus sibuk minumin teh pocongnya. Rio juga sok menikmati kerupuknya. Nggak ada pilihan. Aku yang jawab, “Oji lagi belajar katanya.. haha nggak tau tuh anak kesambet apaan. Dia sekarang penghuni perpus =)”
Ify mengangguk-angguk saja sambil membulatkan mulutnya, seperti bisa membaca situasi dia tidak bertanya lebih lanjut.
-adagambartumpukankertas+kalender-
Ujian Akhir Semester!.
Deg-degan buanget aku!. Tau nggak? Aku baru sadar kalau nomer absen Al sama Oji tuh sebelahan. Oji nomer 3 Al nomer 4. Jadi sama aja, ujian pun mereka duduk sebangku. Astaga.. aku nggak bisa bayangin gimana jadinya =o=”.
“Koun wo Inoru ya Al!” (Translate: Selamat berjuang). Bisikku ke Al waktu ngelewatin bangkunya. Oji ngeliat aku senyum aneh, “Good luck, Ji! =D” Aku memberi semangat. Dia ngangguk. Bales dengan kata yang sama.
Bismillah.. selamat mengerjakan Ujiaan!!.
- LOTR LOADING . . . –
Ujian berlalu begitu saja. Sebenernya butek juga sih. Parah, kacau.. kadang-kadang ingatan aku suka blank sendiri. Mana kalau pas pulang, aku kan suka bahas soal-soal yang aku inget bareng Al dan Rio, dan… jawaban kita suka beda-beda pula. Nah loh.. makin ngenes aja nih.
Besok hari terakhir ujian sih. Fyuuh..
Aku mendorong jauh-jauh buku paket pembukuanku. Shiori kan? Masa’ pelajaran pembukuan ditaruh di hari terakhir.. harusnya apa gitu kek.. yang gampang-gampang. Bahasa Indonesia kek.. hhh, bodo’ ah.
Aku membanting tubuhku ke kasur. Menutup muka sendiri pake bantal. Mana selama UAS aku bertekad buat nggak twitteran pula. Aah, aku pengen deeh… buka sebentar aah.. kan besok hari terakhir =D. aku bangkit.
(O= Nakalan, yek..).
Babah, yek :p.
Halo twitter!!! =D. =.=”
Nyeeh.. sama ajaa.. isinya anak-anak ngegalau tentang UAS, makin bikin sumpek ini mah namanyaaa. Ngetwit sekali aja kalau gitu..
“TataYaTata: Butek!! Besok ujian terakhir \0_0/”
Daan! Wuah.. mention langsung gerudukan. Rata-rata sih, Retweet-an buat mereka yang senasib sama aku =.=. eh-eh.. ada satu yang beda sendiri. Wuaah dari..
“RioKokRio: @TataYaTata hayoo.. twitteran :p. semangat, Ta!! =D”
Eyaak!! XD ah.. tumben nih anak main twitter..
“TataYaTata: @RioKokRio Helaah km jg, Yo! :p iyaa.. semangat. Kamu juga! Bsk mohon bantuannya yak! XP”
Hehehe.. bagaimanapun juga Si Rio tetep pengendali mood saya.. XD (L= uhuk!). eh! Lisa.. aha-haa..ha.. ._.
“RioKokRio: @TataYaTata Hehe iyasih.. lagian puyeng gue ngeliat angka2 sm tabel2 gt-_-. Mhon bntuan apaan? Aturan gw yg blg bgituu.. :p”
“TataYaTata: @RioKokRio *toss* XD yaelah, Yoo.. lu aja yg pinter puyeng apalagi gueee?? XD XD”
“RioKokRio: @TataYaTata lah kan km jago Mat, brarti angka2 udah brasa solmetmu doong!! :p”
Dih nih anak. Haha. Eh, tunggu. Bukannya tadi aku sudah memutuskan untuk ngetwit sekali aja ya? Kok jadi bolak-balik gini? Gara-gara Rio nih buahahaha.. #tiinunit.
“TataYaTata: @RioKokRio gaak gitu jg kali, Rioo =o=. eh, eh udah ah.. ntar gak blajar2 akunya.. aku exit ya, Yo! Hehe :p”
“RioKokRio: @TataYaTata yep. Sama aku jg mau tidur (lho?). haha. Yaya.. met blajar Ta! Good luck bwt besok =D”
0///0. Aduh terbang deh gue. Ini bukan hal yang langka sebenarnya. Tapi.. siapa sih yang nggak terbang kalau kita dikasih semangat sama orang yang kita suka?? *-*
(L= Gue) (O= Ane ._.)
-___- Shiori! *ngelempar bantal ke Al-Oji*.
-kotakkotakkotak-
‘KRIIING!! KRINGG!!’
‘Degdegdegdegdeg..’ Shiori.. udah bel.. tanggung.. tanggung.. dikit lagi.. tiga kata lagi.. dua kata lagi.. satu kata.. yak! ._. finish!. Beberapa anak udah mulai maju buat ngumpulin kertas ujian mereka. Aku menghembuskan nafas trus ngucap jampi-jampi ke kertasku (Basmalah sih, sebenernya). Trus aku cium kertasnya, baru aku beranjak untuk mengumpulkan .__.
Setelah baca doa segala macem. Akhirnya kita semua keluar kelas dan… aku? Girang bukan main! Loncat-loncat sampe meluk Al saking senengnya ujian udah selesai ^o^.
“Iyoo.. iyo taa.. udah selesai hahaha..” Tawa Al sambil nepuk punggungku pas kita pelukan.
“Rioo udah selesai Yoo ujiannyaa!!” Aku tepuk-tepuk tangan ke Rio yang lagi ngakak sambil geleng-geleng ngeliat aku girang. “Ojii!! Udah se……lesai, Ji.. hehehe..”
Nggak tahu, pas teriak ke Oji mendadak aneh. Aku sama Oji sekarang jarang banget ngomong sih. Dianya sendiri kayak menjauh gitu.. kita berempat jadi canggung gini.
“Eh, rumah pohon apa kabar ya? Kesana yuk! =D” ajakku. Ini kan ujiannya udah selesai, aku mau mencoba memperbaiki hubungan kami.
“Eee, sebenarnya aku ada janji.. jadi.. nggak bisa deh, Ta kayaknya..”
“Janji apa, Zy? Perasaan elu kalau diajakin kemanapun bareng kita alasannnya adaa aja.. kenapa sih? Mau lari lo? Pecundang tau nggak?!” Rio nyahut. O.O Aku nyikut lengannya trus mandang dengan arti, ‘Aduh Yoo.. jangan cari gara-gara dong..’.
“Nggak, bukannya gitu.. emang ini janjiannya udah dari kemarin-kemarin lagi, haha..”
“Oozy..” Acha datang, “Jadi nganterin ke toko buku?”
“Ooh.. jadi Cha. Eee.. Ta, Yo…… Al.. aku duluan ya. Maap maap nggak bisa gabung..”. Ozy ngatupin kedua telapak tangannya sambil pergi diikuti Acha yang noleh dengan mimik wajah tak tertebak.
Iya. Dia pergi gitu aja.
Rio udah pengen ngamuk aja mau ngejar Oji tapi aku tahan, “Udah Yoo.. emangnya kamu mau ngapain dia??”
“Dia salah, Ta! Dia udah keterlalu—“
“Rio.. Ta.. pulang yuk! =) nggak usah ngeributin dia. Dia punya kehidupan dia sendiri kok.. mending kita kemana gitu yuk! =)”
Al.. :o.
Aku tahu Rio marah banget. Sama. Aku juga marah ke Oji. Dia nggak ngerti ya, demi mengusahakan hubungan dia sama Al aku juga harus mati-matian menahan, mematikan rasa sayang aku ke Rio biar nggak semakin besar?. Mencoba melawan keinginan aku sendiri. Karena Rio hanya akan menjadi sahabat aku. Dia nggak ngerti gimana susahnya buat kayak gitu.
Ditambah lagi Al yang… super duper pasrah kayak gini. Apa sih yang mereka berdua pikirin? Nyerah sebelum berjuang? Nggak ada usahanya? Diem-dieman terus? Gimana mau maju woy!.
“Ta? Rio? Ayoo.. aku traktir deh! =D kenapa pada bengong gitu sih.. hahaha.. ayo.. ayo sini..” Al narik tanganku sama Rio.
Aku dan Rio saling berpandangan. Sama-sama menyiratkan arti ketidak mengertian.
-end-
Hiyaaa.. semakin mbulet, gini kok katanya mau tamat wkwkwkw…
Geje yak? Pendek ya? Maap maap .___.V
well seperti yang sudah-sudah saya haturkan banyak terima kasih buat yang udah bacaaa.. seperti biasa kritik saran dan komentar selalu saya nanti. :D
Sayonara……
LK =) Tm2 :D
Dan Kamu Datang (lagi)
hahaha, aku nggak pernah punya bayangan kalau bakal bikin postingan dengan judul ini lagi. apa boleh buat? karena yang mau aku ketik hari ini memang tidak berbeda dengan yang Dan Kamu Datang. yah, aku malas mengakuinya tapi ini memang tentang kamu. sayangnya tentang kamu.
hai! bagaimana kabarmu? sudah lama ya kita tidak bertemu? kamu habis kerasukan apa kok tiba-tiba mengunjungiku. hehehe, yaaah walaupun hanya lewat mimpi sih. tapi tetap saja.. kenapa begitu tiba-tiba? sampai dua hari berturut-turut pula. kau merindukanku? aaahh.. tentu saja tidak. atau-alam bawah sadar-aku yang merindukanmu?. tapi sejujurnya aku nggak mengharapkan kamu datang lho. iya. sungguh. kah?.
yaah walaupun raut wajahmu saat mengunjungiku dua hari berturut-turut kemarin sangat bertolak belakang, sangat berbeda dengan yang biasanya.. sangat tidak enak untuk diingat dan dipikirkan, tapi justru malah terus membayang-bayangiku.
kau beralih profesi ya?. karena kita sudah tidak akan pernah bertemu lagi kau tidak bisa menjadi monster-pengendali-detak jantung-ku lagi makanya kamu sekarang jadi hantu-yang-membayang-bayangi-hidupku.-_-
well, sebenarnya aku sendiri tahu. semua yang terjadi padaku. semua keanehan tidak biasa itu datang dari aku sendiri. karena aku yakin sekali kamu disana sedang sibuk dengan duniamu sendiri dan nggak akan mau repot-repot mikirin aku. aku tahu ini ngenes banget. aku tau ini harusnya nggak berlanjut. tapi sumpah, aku sendiri juga nggak mengerti bodoh!. lama-lama aku bisa menjadi orang gila memarahi diri sendiri hanya karena kamu-yang jelas-jelas kamunya nggak tahu apa-apa. -_-
huaaaa, aku mulai ngaco.
Kamu, tolong bantu aku bantu aku bantu aku. tolong jangan buat aku membuat "Dan Kamu Datang" untuk yang ketiga kalinya nanti. cukup sampai disini saja. Aku mungkin tidak bisa menghapus jejakmu sampai tak terlihat. tapi setidaknya bantu aku agar tidak tergoda untuk mengikuti bekas-bekas jejak yang ada untuk menghampirimu. Aku ingin berbalik arah, aku ingin menemukan jejakku sendiri. kucoba untuk lanjutkan hidup tanpa kamu.
maaf ya. karena ini semua harus adil. kalau kamu bisa tanpa aku, kenapa aku tidak?.
*ngakak sambil jedot-jedotin kepala ke tembok* *nggak jelas* *tahlilan yuk*
hai! bagaimana kabarmu? sudah lama ya kita tidak bertemu? kamu habis kerasukan apa kok tiba-tiba mengunjungiku. hehehe, yaaah walaupun hanya lewat mimpi sih. tapi tetap saja.. kenapa begitu tiba-tiba? sampai dua hari berturut-turut pula. kau merindukanku? aaahh.. tentu saja tidak. atau-alam bawah sadar-aku yang merindukanmu?. tapi sejujurnya aku nggak mengharapkan kamu datang lho. iya. sungguh. kah?.
yaah walaupun raut wajahmu saat mengunjungiku dua hari berturut-turut kemarin sangat bertolak belakang, sangat berbeda dengan yang biasanya.. sangat tidak enak untuk diingat dan dipikirkan, tapi justru malah terus membayang-bayangiku.
kau beralih profesi ya?. karena kita sudah tidak akan pernah bertemu lagi kau tidak bisa menjadi monster-pengendali-detak jantung-ku lagi makanya kamu sekarang jadi hantu-yang-membayang-bayangi-hidupku.-_-
well, sebenarnya aku sendiri tahu. semua yang terjadi padaku. semua keanehan tidak biasa itu datang dari aku sendiri. karena aku yakin sekali kamu disana sedang sibuk dengan duniamu sendiri dan nggak akan mau repot-repot mikirin aku. aku tahu ini ngenes banget. aku tau ini harusnya nggak berlanjut. tapi sumpah, aku sendiri juga nggak mengerti bodoh!. lama-lama aku bisa menjadi orang gila memarahi diri sendiri hanya karena kamu-yang jelas-jelas kamunya nggak tahu apa-apa. -_-
huaaaa, aku mulai ngaco.
Kamu, tolong bantu aku bantu aku bantu aku. tolong jangan buat aku membuat "Dan Kamu Datang" untuk yang ketiga kalinya nanti. cukup sampai disini saja. Aku mungkin tidak bisa menghapus jejakmu sampai tak terlihat. tapi setidaknya bantu aku agar tidak tergoda untuk mengikuti bekas-bekas jejak yang ada untuk menghampirimu. Aku ingin berbalik arah, aku ingin menemukan jejakku sendiri. kucoba untuk lanjutkan hidup tanpa kamu.
maaf ya. karena ini semua harus adil. kalau kamu bisa tanpa aku, kenapa aku tidak?.
*ngakak sambil jedot-jedotin kepala ke tembok* *nggak jelas* *tahlilan yuk*
Langganan:
Postingan (Atom)