Jumat, 28 Juni 2013

Lemon Tea [cerpen]

Aku meletakkan segelas lemon tea dingin yang baru saja aku minum. Lalu mengamati bulir-bulir airnya yang turun satu persatu di dinding gelas. Mendapati senyumku sendiri dari pantulan gelas walau sebenarnya tidak begitu jelas juga. Tapi toh aku beralih meraih pulpen yang tadi sudah kusiapkan dan mulai menulis lagi di noteku. Menuliskan segala hal yang ada di pikiran, segala hal yang ingin disampaikan tapi tidak pernah bisa.


Hahaha.

Hari ini aku minum Lemon Tea lagi. Dan aku jadi inget kamu (lagi). Alasannya sudah kuberitahu di surat-surat sebelumnya kan jadi aku tidak perlu menuliskannya lagi, hahaha. Kidding :p

Lalu berhenti, memandangi bulir-bulir air lain yang bersiap meluncur juga di dinding gelas, mendadak tersenyum. Masam.

Semalam aku menuntaskan kebiasaan baruku untuk membaca ulang chat-chat kita mulai dari awal kamu chat aku duluan, sampai terakhir kita chat di BBM. Ternyata sudah… tunggu, sekitar 1 tahun, 3 bulan, 11 hari sejak terakhir kita chat-chat-an.

Kamu apa kabar?

Sabtu, 18 Mei 2013

Super Lucky!

HUAHAHAHAHAHA.

Ah. pengen ketawa .__________.

Jadi, hari minggu yang lalu hampir tengah malam kawanku Floren si ketua padus bersuara surga itu mengirim pesan. Ia mengajakku untuk mengikuti sebuah lomba yel-yel. Semula saya langsung ragu, masalahnya saya lagi pengen fokus pelajaran dulu soalnya mau UAS. Jadi saya tidak memberikan kepastian malam itu.

Eh, rupanya pagi-pagi saya dipanggil Floren, dari sana saya berkumpul dengan tiga orang lain, Yuvita, Fiana dan Royan. Ada salah satu guru disana yang saya yakini orangnya kritis dan kece abis pokoknya._. Dan benar saja beliau membahas lomba yang dikabarkan Floren kala itu, lomba Deklamasi dan Yel-yel. Menghadapi guru seperti itu saya jadi sungkan juga kan nolak. Dan akhirnya.........ya saya ikut.

Terus nih ya, kan berarti paling nggak kita masih punya waktu 4-5harian lah ya sebelum hari H yang merupakan hari Sabtu. Eh tapi ya......gimana ya. Ternyata hari demi hari kami lewati kami nggak pernah bisa kumpul bareng buat bahas lomba ini secara bener-bener. Bolak-balik salah satu dari kami ketemu si guru, beliau selalu menanyakan: Gimana konsepnya? sudah dibuat kan?. Dan itu...err, membuat kami gelagapan. Pasalnya sampai hari kamis itu kita, khususnya yel-yel belum ada konsep yang jelas. Demi Tuuhan -___-. Habisnya masing-masing dari kita sibuk ngurusin urusan kami sendiri, apalagi aku sama Floren emang sibuk ngurusin buat padus besar di Grahadi jadi kami rasanya udah nggak sanggup mikir yang lain. Akhirnya, kamis jam-jam akhir sekolah aku mulai tergerak juga.. melihat Floren yang sepertinya terlalu lelah dengan padus kayaknya aku harus turun tangan, dan benar saja.. runtutan yel-yel saya susun.. saya cuma ngasih kebabasan dia cuma bikin partnya dia. Dan berhasil! Pulang sekolah kita punya draft sendiri-sendiri dan siap digabungkan lalu dirapatkan bersama rekan-rekan lain.

Intinya, kamis kita cuma bahas-bahas sama latian singkat. Jumat yang harusnya menurut kemauan si guru kita latian dari pagi tidak berhasil dilaksanakan karena aku sama floren harus latian padus buat memperingati harkitnas. Akhirnya kita latian pulang sekolah. Sebenarnya kita sungkan banget sama Pak Guru, kita pasti ngecewain beliau banget. Kerjanya lelet, mau dapet apa coba latian cuma sehari. Nggak lengkap pula-_-

Tapi ternyata nggak juga lho!

Nyatanya. Nih nyatanya ya.. kita menang dan berhasil meraih juara 3 se-Jawa Timur!!!!

Sumpah ini sulit dipercaya sekali. Agak konyol, nggak tau deh rasanya gimana. Pengen ketawa, karena masih ngerasa MC-nya tadi guyonan tapi....ini seriusan hahahahaha! sumprit rasanya ngakak aja tadi sambil geleng-geleng kepala. Nggak percaya juga tadi saya megang piala lagi! Terakhir saya dapet piala SD ._.

L-R: Royan,Yuvita,Genta,Floren. (nggakdapetfotonyaFiana:( )

Minggu, 12 Mei 2013

30 days challenge | day 17

Day 17: What do you want to be when you get older?



Wah bicara soal cita-cita nih?
Jujur ini tuh sebenernya pertanyaan paling susah sepanjang masa (?) Setidaknya untukku. Bicara soal keinginan mungkin ada berjuta-juta keinginan. Tapi bicara mana yang paling aku inginkan? Dengan usiaku yang sekarang aku harus mengaitkannya dengan kondisiku saat ini. Sesuatu yang aku cita-citakan saat ini haruslah realistis, berhubungan dengan sesuatu yang aku suka dan sanggup membuat aku survive. 

Aku sadar, orang tuaku sudah semakin menua. Saudara-saudaraku juga sudah sibuk dengan dunia mereka sendiri. Semuanya sudah berkeluarga dan mereka belum bisa yang disebut sukses sekali untuk nantinya bisa menampungku. Jadi aku harus menemukan mimpi yang bisa membuatku bertahan sendiri ketika orang tuaku sudah tidak bisa sanggup menghidupiku seperti dulu.

Sial. Memikirkan ini bisa membuatku terdiam berjam-jam lho dalam sehari.

Aku terus memikirkannya sampai kepalaku pening sendiri.

Waktu aku kecil aku pernah bercita-cita jadi guru musik, terus pernah pengen banget jadi desainer baju, terus akhirnya pupus dan kembali menjadi seseorang yang ingin "jadi orang sukses", terus pernah pengen jadi suster karena kebiasaan mbantuin mbak pas sakit, terus vakum bertahun-tahun tanpa cita-cita yang pasti sampai akhirnya aku menemukan satu keinginan yang sempat terbersit di pikiranku saat kecil dulu.

Bekerja di sebuah perusahaan majalah. Lalu berharap nantinya memproduksi majalahku sendiri.

Haduh ceileh sekali ya._.

Nggak tau lagi ya, saya seumur sekarang sebenernya masih labil loh. Padahal harusnya diumur-umur sekarang ini kan harusnya aku lagi giat-giatnya membangun pondasi ya._.

Yah gimana ya. Huhuhu.. bahas beginian sebenernya bikin saya sedih sendiri.

Pokoknya begitulah. Lihat saja nanti hahaha (?)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...