Rabu, 14 Oktober 2015

Ulur[k]an Tangan

Mana yang lebih baik?
Mengulur tangan untuk meminta bantuan atau Mengulurkan tangan untuk membantu orang lain?

Sebagian orang saya jamin akan menjawab dengan lantang "ya mengulurkan tanganlah!" karena dari kecil kita terbiasa mendengar istilah "lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah.."

Sebenernya ngga ada yang salah dengan istilah itu, cuma disini aku pengen bahas masalah ulur - mengulurkan ini lebih ke arah yang lebih dalem lagi [mungkin sih].

Bagiku, perihal mana yang baik antara mengulur atau mengulurkan tangan bergantung pada kondisi diri.

Sayangnya, semakin kesini banyak orang yang tidak bijak dengan sendirinya. Termakan sama kalimat - kalimat galau, info - info common sense yang beredar lewat akun abal - abal, atau memang karena kondisi sosial sekarang yang menuntut kita menjadi tidak nyaman untuk membijakkan diri sendiri.


Aku mau tanya. Kira - kira..
Berapa orang yang dengan berani akan meminta pertolongan ketika dia benar - benar sedang jatuh?


Jangan salah lho. Banyak sekali orang yang berusaha kuat, ingin menghadapi semua masalahnya sendirian, sampe batas kemampuannya nggak kuat dan dia justru jatuh lebih dalam. Iya kalau orang - orang disekitarmu punya tangan yang cukup panjang untuk menjangkau lembahmu yang semakin dalam itu? Lah kalau nggak?

Disini, bukan berarti aku melarang kalian buat menjadi sosok yang sangat strong ataupun sebegitu tegarnya. Aku cuma mau coba kasih kalian ide lain. Bahwa nggak semuanya tangan yang diatas berarti baik. Bayangkan kalo quote itu diilhami banget sama seorang dokter. Terus dokternya itu lagi  sakit menular, tapi karena dia mikir dia bukanlah orang yang seharusnya meminta tolong, dan dia seharusnya tetep ngobatin pasiennya dokter tersebut bersikukuh ngobatin pasiennya.

Hasilnya?

Mungkin nggak kalo kerja dokternya jadi nggak maksimal?
Mungkin nggak kalo justru pasiennya ketularan sakit dan bikin sakitnya jadi lebih parah?

Jadi mana yang menurutmu lebih baik?

Silahkan jawab sendiri.

Bijaklah pada dirimu sendiri. Percayalah bahwa dengan menjadi orang yang mengulur tangan, kamu justru bisa nemuin keindahan lain dari tangan orang yang mengulurkan tangan ke kamu.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...