Senin, 01 Agustus 2011

me-ra-cau-?

Bisakah kau jelaskan padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Siapa kau sebenarnya?
Apa kelebihanmu?

Kau tak lebih berprestasi dari aku. Kau tak lebih rajin dari aku. Kau tak lebih pandai dari aku. Kau tak lebih baik dari aku.

Bukan. bukannya aku mau menyombongkan diri.

Mungkin yah, dalam beberapa hal kau lebih unggul dariku. Setiap orang mempunyai suatu kelebihan bukan. Dan kau, selalu unggul dalam masalah 'Cinta' bagiku. Kau nyaris tak pernah sendiri, saat suatu hari aku mendengar kabar kau baru saja patah hati, beberapa hari kemudian hatimu sudah terobati.

Aku tak mengerti. mungkin kau orang yang beruntung. atau mungkin lukamu selama ini tak sebesar yang aku duga sehingga mudah saja orang lain mengobatinya. atau... sebenarnya lukamu tidak pernah sembuh lantas kau membohongi publik. oh! atau jangan-jangan kau tak pernah mempunyai luka ya?.

Kau unggul. Tapi aku tetap meragukannya.

Apa kau benar-benar mengerti apa itu 'Cinta'?.

Sampai dalam hal ini aku terpaksa berkata bahwa kau belum unggul dalam hal itu. Kita sama dalam hal ini. sama-sama belum benar- benar mengerti.

Aku memang tidak punya pengalaman apa-apa sepertimu. Tapi bukan berarti aku seorang tuna rasa yang tak mengerti rasa cinta. Aku kan manusia normal. Aku juga bisa mencintai seseorang. Aku juga punya orang yang kusukai kok.

Dan yah.
Itu kamu.
Aneh.

Sudah kubilang kan, aku benar-benar tidak mengerti. Aku begitu memujamu yang tak memiliki keunggulan apa-apa--menurutku. Mungkin, yah. kau tampan. ya, tampan. itu saja. tapi bukankah tampan itu relatif? masih banyak kok yang lebih tampan dari kamu, tapi kenapa aku masih tetap saja memujamu?.

Bisakah kau jelaska padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?
Siapa kau sebenarnya?

Kau. adalah pemuda biasa yang mudah terlarut dalam duniamu sendiri bila bola berada ditanganmu bukan?
Kau. adalah pemuda biasa yang pandai bergaul dengan yang lainnya bukan?.
Kau. adalah pemuda malas seperti lainnya yang gemar menyalin tugasku bukan?
Kau. adalah kawanku. kawan biasa saja bukan?.

Kalau begitu, kenapa aku bisa memujamu yang biasa itu?. Bukankah masih banyak pemuda luar biasa yang lebih pantas untuk aku puja?.

Bisakah kau jelaskan padaku?
Kenapa aku begitu memujamu?

Aku tak tahu.
Mungkin. Karena kau yang tak unggul dari aku ini akhirnya berhasil mengajariku sesuatu.
Kau, membuatku bisa mengerti apa itu 'Rasa Suka'.
Ya, aku akui. Kau yang membuatku mengerti akan hal itu. Kau memberiku kesempatan untuk mengenal rasa itu, dan kau juga yang membuatku merasakan kegagalan dalam rasa itu.

Kamu. Iya. Kamu.

Tapi kenapa aku tetap saja memujamu?.

Bisakah kau jelaskan padaku?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...